Tahap Persiapan dan Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
BAGIAN II: KERANGKA BERPIKIR DAN IMPLIKASI
BAGIAN III: PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN
TAHAP
PERSIAPAN
Dalam
pelaksanaan pembelajaran tematik, perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi
tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar,
pengembangan jaringan tema, pengembangan silabus dan penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran.
A. Pemetaan
Kompetensi Dasar
Kegiatan
pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua
standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran
yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar ke dalam indikator
Melakukan
kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata
pelajaran ke dalam indikator. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan
hal-hal sebagai berikut:
- Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik
- Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
- Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati
2. Menentukan
tema
a. cara penentuan
tema
Dalam
menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni:
- Cara pertama, mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.
- Cara kedua, menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
b. Prinsip
Penentuan tema
Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa
prinsip yaitu:
- Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa
- Dari yang termudah menuju yang sulit
- Dari yang sederhana menuju yang kompleks
- Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.
- Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa
- Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya
3. Identifikasi
dan analisis Standar Kompetensi, Kompetensi dasar dan Indikator
Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap
Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema
sehingga semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi
habis.
B. Menetapkan Jaringan Tema
Buatlah
jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema
pemersatu. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema, kompetensi dasar dan indikator dari setiap
mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi
waktu setiap tema.
C. Penyusunan
Silabus
Hasil seluruh
proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam
penyusunan silabus. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi,
kompetensi dasar, indikator, pengalaman belajar, alat/sumber, dan penilaian.
D. Penyusunan
Rencana Pembelajaran
Untuk
keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang
telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi:
- Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan, kelas, semester, dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan).
- Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.
- Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator.
- Strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator, kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembukaan, inti dan penutup).
- Alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar, serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.
- Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian).
TAHAP
PELAKSANAAN
1. Tahapan kegiatan
Pelaksanaan
pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan
kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan
penutup. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang
lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit), kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35
menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit)
a. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan
Kegiatan ini
dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong
siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Sifat dari
kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap
pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Beberapa contoh kegiatan yang
dapat dilakukan adalah bercerita, kegiatan fisik/jasmani, dan menyanyi
b. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan
inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan
kemampuan baca, tulis dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan
menggunakan berbagai strategi/metode
yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, ataupun
perorangan.
c. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut
Sifat dari
kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Beberapa contoh kegiatan
akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil
pembelajaran yang telah dilakukan, mendongeng, membacakan cerita dari buku,
pantomim, pesan-pesan moral, musik/apresiasi musik.
Contoh jadwal
pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi:
Contoh 1:
| Kegiatan | Jenis Kegiatan |
|---|---|
| Kegiatan pembuka | Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikluti irama musik |
| Kegiatan inti | 1. Kegiatan untuk pengembangan membaca |
| 2. Kegiatan untuk pengembangan menulis | |
| 3. Kegiatan untuk menghitung | |
| Kegiatan penutup | Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita |
| Kegiatan | Jenis Kegiatan |
|---|---|
| Kegiatan pembuka | Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman. menyanyi, melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) |
| Kegiatan inti | 1. Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar) |
| 2. Pengembangan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) | |
| 3. Melakukan pengamatan sesuai dengan tema, misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi, menggambar hewan hasil pengamatan | |
| Kegiatan Penutup | 1. Mendongeng |
| 2. Pesan-pesan moral | |
| 3. Musik/menyanyi |
Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama, guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan adalah:
| Waktu | Senen | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7.00-7.35 | MTK | B. Indo | MTK | B. Indo | Penjaskes | IPA |
| 7.35-8.10 | MTK | B. Indo | MTK | B. Indo | Penjaskes | IPA |
| 8.10-8.45 | MTK | B. Indo | MTK | KTK | P. Agama | Mulok |
| 8.45-9.00 | Istirahat | Istirahat | Istirahat | Istirahat | Istirahat | Istirahat |
| 9.00-9.35 | B.Indo | MTK | IPS | KTK | P. Agama | Mulok |
| 9.35-10.10 | B. Indo | MTK | IPS | KTK | - | - |
Demikian pembahasan tentang Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal SD - Tahap Persiapan dan Pelaksanaan. Semoga dapat menambah pemahamannya tentang Pembelajaran Tematik,. Kritik dan saran melalui kolom komentar dibawah. Save dan share artikel ini untuk berbagi pengetahuan dengan klik ikon dibawah ini.
Social Media