BLANTERORIONv101

Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal SD - Tahap Persiapan dan Pelaksanaan

Dikirim: 1 Jul 2026
Edit Terakhir: 1 Jul 2026
Image

Tahap Persiapan dan Pelaksanaan Pembelajaran Tematik

BAGIAN I: PENDAHULUAN

BAGIAN II: KERANGKA BERPIKIR DAN IMPLIKASI

BAGIAN III: PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN

TAHAP PERSIAPAN 

Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar, pengembangan jaringan tema, pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran.

A. Pemetaan Kompetensi Dasar

Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan adalah:

1.   Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator

Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal  sebagai berikut:

  • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik
  • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
  • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati

2. Menentukan tema

a. cara penentuan tema

Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni:

  • Cara pertama, mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.
  • Cara kedua, menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

b. Prinsip Penentuan tema

Dalam  menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu:

  • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa
  • Dari yang termudah menuju yang sulit
  • Dari yang sederhana menuju yang kompleks
  • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.
  • Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa
  • Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya

3. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi, Kompetensi dasar dan Indikator

Lakukan  identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis.

B.  Menetapkan Jaringan Tema

Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat  kaitan antara tema,  kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. 

C. Penyusunan Silabus

Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, pengalaman belajar, alat/sumber, dan penilaian.

D. Penyusunan Rencana Pembelajaran

Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi:

  1. Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan, kelas, semester, dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan).
  2. Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.
  3. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator.
  4. Strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator, kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembukaan, inti dan penutup).
  5. Alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar, serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.
  6. Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian).

TAHAP PELAKSANAAN

1. Tahapan kegiatan

Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit), kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit)

a.   Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan

Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita, kegiatan fisik/jasmani, dan menyanyi

b.   Kegiatan Inti

Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca, tulis dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai  strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, ataupun perorangan.

c.   Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut

Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, mendongeng, membacakan cerita dari buku, pantomim, pesan-pesan moral, musik/apresiasi musik.

Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi:

Contoh 1:

Kegiatan Jenis Kegiatan
Kegiatan pembuka Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikluti irama musik
Kegiatan inti 1. Kegiatan untuk pengembangan membaca

2. Kegiatan untuk pengembangan menulis

3. Kegiatan untuk menghitung
Kegiatan penutup Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita
Contoh 2:
Kegiatan Jenis Kegiatan
Kegiatan pembuka Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman. menyanyi, melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema)
Kegiatan inti 1. Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar)

2. Pengembangan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan)

3. Melakukan pengamatan sesuai dengan tema, misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi, menggambar hewan hasil pengamatan
Kegiatan Penutup 1. Mendongeng

2. Pesan-pesan moral

3. Musik/menyanyi
2. Pengaturan Jadwal Pelajaran

Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan. Guru bersama dengan guru mata pelajaran  pendidikan agama, guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran.  Contoh jadwal yang dapat dikembangkan adalah:

Waktu Senen Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu
7.00-7.35 MTK B. Indo MTK B. Indo Penjaskes IPA
7.35-8.10 MTK B. Indo MTK B. Indo Penjaskes IPA
8.10-8.45 MTK B. Indo MTK KTK P. Agama Mulok
8.45-9.00 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
9.00-9.35 B.Indo MTK IPS KTK P. Agama Mulok
9.35-10.10 B. Indo MTK IPS KTK - -


Sumber: Departemen Pendidikan Nasional. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Nasional Pusat Kurikulum. 2007
Image

Demikian pembahasan tentang Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal SD - Tahap Persiapan dan Pelaksanaan. Semoga dapat menambah pemahamannya tentang Pembelajaran Tematik,. Kritik dan saran melalui kolom komentar dibawah. Save dan share artikel ini untuk berbagi pengetahuan dengan klik ikon dibawah ini.


Image
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.