BLANTERORIONv101

Panca Cinta (Lima Topik Kurikulum Cinta) - Panduan KBC di Madrasah 2025

Dikirim: 12 Jul 2026
Edit Terakhir: 12 Jul 2026
Image

Panca Cinta: Lima Topik Kurikulum Cinta

Cakupan topik dan materi cinta sangatlah luas. Namun demikian, untuk mempermudah proses integrasi ke dalam kurikulum yang ada, maka KBC disusun dalam lima topik yang mewakili tiga bagian:

Bagian pertama adalah sumber cinta, yaitu Allah dan Rasul-Nya. Bagian ini mengarah pada sifat-sifat Allah yang penuh cinta juga keteladanan Rasulullah saw. yang penuh cinta.

Bagian kedua adalah tanda cinta. Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian paradigma KBC, bahwa secara ontologis, alam semesta adalah bentuk pancaran (tajalli) dari cinta Allah, yang menjadi tanda-tanda hadirnya Allah. “Ke mana pun kamu menghadapkan wajah, maka akan tampak wajah Allah” (QS. Al-Baqarah 115). Secara urutan, pada bagian ini, diawali dengan cinta ilmu, merujuk pada kenyataan bahwa Allah memberikan tanda-tanda-Nya pada ayat-ayat tertulis (qauliyah) dengan ayat-ayat di semesta (kauniyah). Pada ayat kauniyah Allah berfirman, “Kami perlihatkan tanda-tanda Kami di ufuk (alam semesta) dan pada diri-diri mereka.” (QS. Fusilat ayat 53). Merujuk pada ayat ini maka cinta pada lingkungan diletakkan sebelum cinta pada diri sendiri dan sesama manusia.

Bagian terakhir adalah tali cinta. Bagian ini membahas relasi manusia dengan diri, dengan sesama manusia, dan dengan negara atau bangsa.

Tabel Materi Pokok Kurikulum Berbasis Cinta di dalam Pembelajaran

Topik Tujuan Materi
Cinta Allah SWT dan Rasul-Nya
  • Menumbuhkan pemahaman mengenai sifat Allah yang Maha Cinta serta Rasulullah sebagai sosok teladan penuh cinta. 
  • Mengenal sifat jamaliyah (keindahan) dan jalaliyah (ketegasan) Allah secara lebih seimbang. Sehingga citra Allah yang selama ini digambarkan maha penghukum akan digantikan oleh citra yang lebih tepat. 
  • Memahami bahwa welas asih (rahmah) Allah lebih dominan daripada murka (ghadhab) Nya, sehingga akan tumbuh rasa cinta (bukan paksaan) dalam beribadah kepada Allah, menjalankan sunnah Rasulullah serta berkhidmat kepada manusia lain dan lingkungan.
  • Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. sebagai inti dan muara kehidupan. 
  • Mengenal Asmaul Husna untuk meneladani sifat-sifat mulia Allah Swt., seperti ar-Rahman (Maha Pengasih), ar-Rahim (Maha Penyayang), al-‘Adl (Maha Adil), al-Latif (Maha Lembut), ar- Rauf (Maha Penyantun). 
  • Ibadah sebagai wujud cinta kepada Allah Swt., meliputi salat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur'an dengan khusyu. 
  • Mensyukuri nikmat Allah Swt. melalui rasa syukur dalam perilaku sehari-hari. 
  • Sejarah kehidupan Rasulullah saw. (Sirah Nabawiyah) dalam membangun kasih sayang di masyarakat. 
  • Mempraktikkan sifat-sifat Rasulullah, seperti cerdas, jujur, amanah, lemah lembut, dan dermawan. 
  • Mempelajari hadis-hadis yang mengajarkan cinta dan akhlak mulia.
Cinta Ilmu Menumbuhkan pemahaman bahwa dengan ilmu, manusia mampu membukakan tabir keagungan penciptaan, hikmah di balik setiap syariat. Melalui pemahaman yang mendalam tentang alam semesta, sejarah, dan ajaran agama, sehingga kita akan merasakan getaran cinta Ilahi yang universal.
  • Pilar sukses mencari ilmu: niat, tekun, tawakal, wara’, yakin, dan syukur. 
  • Alat transformasi sosial dan global 
  • Literasi sebagai sumber ilmu 
  • Pembelajar sepanjang hayat 
  • Adab kepada guru 
  • Pemanfaatan teknologi 
  • Inovasi dan penalaran kritis 
  • Ilmu penuntun keseimbangan hidup 
  • Ilmu dalam konteks keberagaman sejarah, sosial, dan budaya 
  • Sumber ilmu (qauliyah dan kauniyah).
Cinta Lingkungan
  • Memahami alam semesta sebagai manifestasi cinta dan kebesaran Allah sehingga tumbuh sikap hormat dan kasih sayang terhadap lingkungan. 
  • Membangun relasi yang tidak transaksional dengan alam, tetapi dilandasi cinta dan kepedulian sebagaimana terhadap diri sendiri. 
  • Menghayati sunnatullah sebagai sistem keseimbangan ciptaan Allah yang perlu dijaga dan dihormati demi keberlanjutan kehidupan.
  • Penguatan bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). 
  • Adab pada alam dan lingkungan. 
  • Menghindari fasad. Larangan merusak lingkungan (QS. Al-A’raf: 56 dan QS. Ar-Rum: 41). 
  • Praktik menjaga kebersihan (thaharah) dan hemat energi (larangan ishraf).
Cinta Diri dan Sesama Manusia
  • Menumbuhkan pemahaman bahwa diri adalah manifestasi (tajalli) dari cinta Allah, sehingga murid mampu mengenal Allah melalui pengenalan diri. Hal ini akan mendorong murid untuk bersyukur dan merawat potensi dirinya sebagai karunia Ilahi. 
  • Menumbuhkan sikap syukur pada diri melalui penerapan self-compassion, yaitu mengembangkan welas asih terhadap diri sendiri dengan memenuhi hak-hak dasar fisik, emosi, dan spiritual secara seimbang, sehingga murid dapat menjadi individu yang utuh dan berdaya.
  • Menguasai keterampilan Social Emotional Skill (SES) untuk menjadi pengendali emosi yang efektif, bukan sebaliknya, sehingga murid memiliki kesejahteraan mental (mental health) yang baik dan seimbang, serta mampu menghadapi tantangan hidup dengan positif. 
  • Memahami hakikat kesatuan manusia sebagai satu kesatuan yang setara dan saling terhubung, sehingga murid akan menyadari bahwa mencintai dan menghargai orang lain adalah cerminan dari menghargai dan mencintai diri sendiri. 
  • Memahami keragaman sebagai bagian dari sunnatullah dan fitrah kehidupan, sehingga murid dapat menerima perbedaan sebagai kekayaan, bukan hambatan. 
  • Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan kemanusiaan, seperti tasamuh (toleransi), tawasuth (moderat), syura (musyawarah), dan lainnya dalam interaksi sosial, sehingga murid dapat membangun hubungan yang harmonis dan penuh kedamaian di tengah masyarakat.
  • Membiasakan akhlak terpuji kepada diri sendiri, seperti tawakal, ikhtiar, syukur, sabar, qanaah, kreatif, produktif, dan inovatif. 
  • Menghindari akhlak tercela kepada diri sendiri, seperti ananiah, putus asa, ghadab, dan tamak. 
  • Membiasakan diri menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan diri sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab terhadap tubuh yang Allah Swt. anugerahkan. 
  • Ajaran Islam tentang ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). 
  • Adab kepada orangtua. 
  • Adab kepada saudara. 
  • Adab kepada tetangga. 
  • Adab kepada teman.
  • Adab kepada sesama umat beragama maupun antarumat agama. 
  • Memahami akhlak terpuji kepada sesama: ta’awun, tafahum, tasamuh, tawadhu, dan husnuzhan. 
  • Memahami akhlak tercela kepada sesama: ananiah, rafast, gadhab, su’uzhan, ghibah, fitnah, dan namimah.
Cinta Tanah Air Menumbuhkan semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
  • Ajaran Islam tentang ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan). 
  • Konsep cinta tanah air dalam Islam (Hubbul Wathan minal Iman). 
  • Menghormati perbedaan suku, budaya, dan agama dalam bingkai persatuan (QS. Al-Hujurat: 13). 
  • Menjaga kedaulatan dan keamanan negara dengan berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Sumber: Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, 2025
Image

Demikian pembahasan tentang Panca Cinta (Lima Topik Kurikulum Cinta) - Panduan KBC di Madrasah 2025. Semoga dapat menambah pemahamannya tentang Kurikulum KBC,. Kritik dan saran melalui kolom komentar dibawah. Save dan share artikel ini untuk berbagi pengetahuan dengan klik ikon dibawah ini.


Image

Komentar